Home / Kesehatan / Sering Suapi Makan Anak Sambil Bermain? Jangan Biasakan! Status Ibu Ini Beri “Tamparan” Keras Bagi Semua Orang Tua!

Sering Suapi Makan Anak Sambil Bermain? Jangan Biasakan! Status Ibu Ini Beri “Tamparan” Keras Bagi Semua Orang Tua!

Sudah menjadi pemandangan umum seorang ibu menyuapi anaknya sambil bermain. Namun melihat hal ini tidak berarti itu sesuatu yang benar. Minimal menurut ibu yang statusnya viral dibawah ini…

Ibu2… jangan lakukan ini ya…Menyuapi anak sambil berenang😪. Sama halnya dengan kasus2 di bawah ini. Jangan…

Posted by Saleha Juliandi on Friday, October 27, 2017

Bu2… jangan lakukan ini ya… Menyuapi anak sambil berenang!

Sama halnya dengan kasus2 di bawah ini. Jangan dilakukan:

  1. Menyuapi anak sambil mengajak anak jalan-jalan,
  2. Menyuapi anak sambil anak bermain larian-larian, bersepeda, dan jenis permainan lain (termasuk sambil berenang )

Anak2 kami dulu saat baru saja pulang ke Indonesia, mereka sempat shock. Katanya: “Bunda, kok anak-anak di Indonesia pada makan sambil jalan dan main, sih? Trus juga kok masih pada disuapin?”

Pasalnya di restoran yang tersedia arena bermain, sering sekali mereka melihat ibu-ibu yang menyuapi anak sambil si anak bermain perosotan, ayunan, mandi bola dan lain-lain..

Ditambah lengket-lengket makanan yang berceceran jatuh di arena bermain menimbulkan rasa risih pada mereka. Makanya mereka sempat shock waktu itu.

Pertanyaan saya selama ini: Apa benar kita beragama? Bukan kah agama menganjurkan agar makan dan minum sambil duduk?? Bahkan anjuran tersebut juga sudah diperkuat loh… oleh para dokter bahwa makan sambil beraktivitas aktif akan mengganggu sistem pencernaan. Apalagi kalau makan sambil jalan-jalan di jalan umum. Udah deh, itu asap knalpot, debu, kuman langsung hinggap mesra ke dalam makanan.

Yuk mulai sekarang (bagi yang belum), biasakan anak makan dan minum sambil DUDUK.

1. Siapkan meja atau APA SAJA yang bisa memotivasi mereka tertarik duduk selama makan.

Misal bisa meja yang bergambar. Bagi yang ingin lebih hemat, bisa cukup ditempeli gambar yang disukai anak. Atau ortu bisa bersama2 anak menghias meja dengan hiasan kesukaan anak.

2. Jangan pernah mengenalkan kepada anak sistem “makan sambil gendong-gendongan” atau “makan sambil bermain.”

Saat anak masuk usia 6 bulan dan ortu ingin memperkenalkan makanan, ini momen yang sangat tepat membiasakan anak makan sambil duduk. Karena kalau sudah dikenalkan dengan 2 sistem tadi, pasti akan keterusan dan menganggap itu lah cara yang benar.

Seperti pepatah: bayi ibarat kertas kosong. Menjadi apa mereka nanti tergantung dari tulisan/coretan yang ditulis pada kertas kosong tersebut. Jadi isilah kertas kosong dengan sesuatu yang benar.

3. Jika anak sudah terlanjur mengenal sistem gendong-gendongan atau sudah terlanjur terbiasa makan sambil bermain, kurangi SECARA BERTAHAP kebiasaan buruk tersebut. Bisa dikombinasi dengan cara 1 agar anak betah duduk. Tentu saja, “mengobati” lebih sulit daripada “mencegah”. Tapi bukannya tidak mungkin dilakukan

4. Jika saat makan anak meninggalkan meja makan, angkat anak dan kembalikan ke meja makan.

Jika turun lagi, angkat lagi dan kembalikan lagi ke meja. Begituuu terus sambil katakan, “Tidak boleh makan sambil bermain.” tu cara yang saya saksikan di Jepang. Beuuh cape memang ya.

Tapi tenang ibu…usaha tersebut akan segera membuahkan hasil jika ortu tegas dan konsisten.

5. Temani anak makan atau makan bersama keluarga.

Kalau tidak memungkinkan makan bersama keluarga, minimal ibu atau pengasuh menemani anak makan. Sambil makan bersama, bahas lah topik2 sederhana. Tapi, harus diperhatikan juga agar tidak terlalu banyak bicara saat makan agar tidak mengganggu sistem pernafasan.

6. Walau menemani anak makan, usahakan semininal mungkin membantu menyuapi.

Berikan kepercayaan kepada anak2 bahwa mereka bisa melakukan sendiri. Jangan terlalu banyak membantu. Dengan banyak membantu, kemandirian anak akan semakin lambat tercapai. Walau kotor tempat ya gapapa. Namanya juga sedang belajar. Ibu harus sabar ya.. jangan memarahi anak.

Tipsnya: berikan menu yang DISUKAI ANAK dan MUDAH DIPEGANG oleh tangan anak secara langsung TANPA MEMERLUKAN SENDOK. Penggunaan sendok/garpu/sumpit bisa diajarkan selanjutnya secara bertahap.

Yang penting anak sudah mulai dikenalkan dengan KEMANDIRIAN (sehingga anak tidak terbiasa mengandalkan orang lain dan maunya dilayani terus). Jenis makanan yang masih memerlukan sendok, selama anak belum mampu menggunakan sendok bisa dibantu disuapi ya. Secara paralel bisa dikenalkan cara menggunakan sendok.

7. Menerapkan kunci KONSISTENSI.

Kebetulan saya membantu mengasuh beberapa daycare milik beberapa pengusaha. Keluhan mereka hampir sama: banyak kasus dimana anak datang yang didaftarkan masuk ke daycare dengan kondisi manja alias “makan harus digendong2, makan harus sambil diajak jalan-jalan, makan harus sambil bermain….”. Dengan metode 1-6 di atas dan disertai KONSISTENSI, anak2 terbukti sangat cepat beradaptasi.

Semoga bisa membantu ya Ibu..

Status ini saya tulis untuk tujuan kebaikan. Untuk membantu para orangtua yang kesulitan mengajak anak makan sambil duduk.

Bukan status HOAX apalagi status untuk mencari musuh. Yang tertarik menerapkan, silakan. Yang tidak mau menerapkan ya silakan.

Jadi silakan berkomentar dengan sopan dan beretika. Apabila ada komentar yang bernada memancing permusuhan mohon maaf akan saya hapus. Mari kita sebarkan energi positif.

***

Hingga tulisan ini diterbitkan, status dari bunda Saleha Juliandi di atas, yang ditulis beliau di timeline facebook probadinya, telah di share sebanya 33ribu lebih, bahkan nyaris mencapai 34ribu share oleh warganet.

Bahkan, bunda Saleha Juliandi juga menuliskan tulisan yang menarik juga pasca tulisan pertamanya di atas viral di medsos, begini tulisannya yang merupakan lanjutan dari tulisan pertamanya di atas…

Gara2 masalah ini, menyebabkan status saya tentang tips agar anak mau makan sambil duduk beberapa waktu lalu menjadi…

Posted by Saleha Juliandi on Saturday, December 9, 2017

Gara2 masalah ini, menyebabkan status saya tentang tips agar anak mau makan sambil duduk beberapa waktu lalu menjadi viral, 33K Share!

Alhamdulillah banyak sekali ortu yang mengirim pesan merasa sangat terbantu dengan tips2 yang saya share tersebut. Tapi ada juga ortu yang baper dan menolak dengan 1001 alasan (padahal mencoba tips2 tersebut saja belum).

Terserah saja sebenarnya. Namanya juga “tips”. Tidak ada paksaan menerapkan tips-tips tersebut. Bagi saya simple:

Orangtua sering meminta anak belajar agar pinter dan juga sering meminta anak berjuang pantang menyerah agar berhasil. Tapi sering orangtua sendiri tidak menyadari bahwa mereka pun sebenarnya butuh belajar agar pinter dan butuh berjuang agar berhasil. Gak adil dong anak diuber-uber disuruh belajar. Sementara orangtua tutup mata tutup telinga ogah belajar.

Mendidik anak tidak cukup hanya mengandalkan feeling dengan mengatakan, “Setiap ibu pasti tahu yang terbaik untuk anaknya jadi gak perlu mengikuti tips2 orang lain.”

Karena apa yang “diyakini terbaik”, belum tentu sudah yang terbaik dan benar. Oleh karena itu, tidak hanya anak yang perlu belajar. Orangtua juga harus belajar agar tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah.

Pemandangan menyejukkan kami temui ketika berkunjung ke Hoikusho (penitipan anak dan TK) di daerah Minoo-shi Jepang saat Wisata Edukasi Jepang November 2017 bulan lalu.

Di sana kami menyaksikan anak-anak sejak usia 0 tahun dibiasakan makan sambil DUDUK dan MAKAN SENDIRI.

Pertanyaan kami selanjutnya kepada kepala Hoikusho, “Bagaimana kalau anak menangis, tidak betah duduk (hiperaktif), ingin terus bermain, dan tidak mau makan?” Lalu beliau menjawab, “Makannya BERHENTI SEBENTAR lalu digendong atau bermain sebentar. Setelah itu didudukkan lagi dan DILANJUTKAN makannya.”

Jadi BUKAN makan SAMBIL bermain atau makan SAMBIL digendong seperti yang masih banyak terjadi di negara kita.

Intinya: melatih dan membiasakan anak bahwa makan ya sambil duduk. Tidak membiasakan anak makan sambil bermain, jalan-jalan, apalagi sambil lari-lari. Selain sunnah agama, secara medis pun jauh lebih baik makan dilakukan sambil duduk.

Foto: anak-anak usia 1-1,5th di Hoikusho Minoo Jepang sedang makan sendiri dan sambil duduk. Guru hanya duduk menemani. (Silakan bagi yang ingin mencontoh dan menerapkan. Yang tidak tertarik menerapkan juga silakan. Tidak perlu emosi ya. )

-Catatan Saleha Juliandi-

***

Bagaimana menurut Bunda? Silahkan share bila setuju ya..