Home / Viral / Memilukan, Bocah Sekecil Itu Rawat Sendiri Ayahnya Yang Lumpuh, Tolong Viralkan Agar Segera Mendapat Bantuan!

Memilukan, Bocah Sekecil Itu Rawat Sendiri Ayahnya Yang Lumpuh, Tolong Viralkan Agar Segera Mendapat Bantuan!

Cerita bocah bernama Kendar ini benar-benar memilukan. Dia sehari-hari seseorang diri menjaga ayahnya yang terbaring tidak berdaya karna lumpuh. Bagaimana ceritanya?

Mungkin saja banyak untuk mereka maupun diri kita, yang menginginkan membahagiakan ke-2 orangtua, serta jawaban yang didapatkan tentunya saat menanti kita berhasil terlebih dulu. Walau sebenarnya orangtua juga akan begitu bahagia walau kita lakukan hal kecil buat mereka. Karna mereka juga akan begitu bahagia saat tahu kalau anak mereka dapat dibanggakan walau dari hal yang remeh.

Tetapi, lebih dari hal remeh serta jadi begitu mengagumkan. Berikut cerita seseorang bocah bernama Kendar yang ditulis dari situs NewsDetik, mampu menjaga ayahnya yang terserang musibah yaitu lumpuh seseorang diri. Tidak banyak anak yang sesuai sama itu, serta berikut cerita Kendar yang diinginkan dapat menginsipirasi kita semuanya.

Memanglah, pagi itu, Kandar tampak begitu sabar menyuapi makan ayahnya, Rasim (42), yang terkulai lemah tidak berdaya ditempat tidur kayu di tempat tinggalnya di RT 06 Dukuh Pucung, Desa Karang Bawang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Tempat tinggal mereka benar-benar sangat simpel, terbuat dari kayu serta anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Sesudah menyuapi ayahnya makan dengan nasi serta makanan ringan warung ala kandungannya, Kendar juga bersiap pergi ke sekolahnya di Sekolah Basic Negeri 1 Karang Bawang. Walau badannya kecil serta masih tetap duduk di bangku kelas IV SD, usia Kendar sekarang ini telah sekitaran 13 th..

Enam th. telah Kendar menjaga seseorang diri ayahnya yang menanggung derita kelumpuhan. Semua masalah rumah tangga, mulai sediakan makanan sampai memandikan dan mengurusi kepentingan sang bapak yang lain dikerjakannya sendiri, yang pada akhirnya menyebabkan dianya banyak ketinggalan pelajaran di sekolah.

“Sehari-hari ya mengambilkan makanan untuk Ayah, nyuapin Ayah, mandiin, nyuci baju, nyuci piring, membereskan tempat tinggal. Saya ikhlas mengurusin Ayah, ” kata Kendar, Sabtu (11/3/2017).

Memanglah ke mana ibunya? Menurut Kendar, ibunya, Tasmini (40), sangat terpaksa merantau ke Jakarta serta bekerja jadi pembantu supaya keluarganya tetaplah dapat makan. Sedang kakaknya, Darmanto, dimasukkan ke satu pesantren gratis oleh warga sekitaran untuk mengurangi beban keluarganya.

“Untuk keperluan keseharian, nunggu kiriman. Bila Ibu kirim, dapat makan. Tapi, bila belum juga kirim, saya utang dahulu di warung, ” sambung anak ke-2 di keluarganya ini.

Kendar mengharapkan ayahnya dapat selekasnya pulih dari kelumpuhan supaya masa depannya tidak hilang. Dia mengharapkan dapat selalu bersekolah supaya nantinya dapat bekerja serta turut menyokong perekonomian keluarga.

“Harapannya, Ayah cepat pulih agar Ayah dapat menjaga saya serta kakakku sekali lagi. Pinginnya Ayah seperti dahulu sekali lagi. Telah lama Ayah sakit, ” katanya lirih.

Sebelumnya alami kelumpuhan, Rasim jadi tulang punggung keluarga dengan bekerja jadi penderes nira untuk buat gula jawa. Tapi, sejak 2010, dianya terserang tanda penyakit cikungunya sampai dirawat sepanjang 1 minggu dirumah sakit.

“Berobat 1 minggu di RS tidak pulih. Jadi pulang, hingga uang habis, tidak dapat berobat sekali lagi, ” tutur Kasim. Mulai sejak waktu tersebut Kendar bertindak menjaga dianya, sesaat istrinya merantau ke Jakarta jadi pembantu rumah tangga untuk menyambung kehidupan mereka. Karna keadaan itu, Kendar sangat terpaksa seringkali izin pada gurunya karna tidak dapat pergi ke sekolah untuk mengurusiinya.

“Saya kasihan sama Kendar. Semua dikerjakan Kendar. Jadi saya nelangsa (sedih) sekali, kepingin nangis. Soalnya, anak kecil itu belum juga saatnya mengurusin saya, tapi telah bekerja berat, mengurusin saya semua, ” kata Rasim, yang tergeletak lemah sembari meneteskan air mata. Terlebih Kendar juga disangka mempunyai tanda penyakit yang serupa seperti dianya. Dapat dibuktikan anak ini kesusahan melakukan aktivitas seperti waktu jongkok, kakinya tidak dapat menekuk, serta ke-2 tangannya tidak dapat menggenggam.

“Punya anak dua sakit semuanya. Yang cacat Darmanto serta Kendar, tangannya tidak dapat genggam, dua-duanya, selalu kaki tidak dapat nekuk, dua-duanya sakit semuanya. Sakit apa saya juga tidak paham, ” ucapnya.

Darsim, tetangga Rasim, menyebutkan sampai sekarang ini belumlah ada pertolongan dari pemerintah untuk menolong keluarga itu. Sampai pada akhirnya istri Rasim sangat terpaksa bekerja ke Jakarta jadi tulang punggung keluarga.

“Bantuan untuk menyembuhkan Rasim sampai sekarang ini tak ada, paling pertolongan yang sifatnya umum, seperti BLT. Pada akhirnya istrinya sangat terpaksa pergi ke Jakarta bekerja jadi pembantu. Bila untuk sekolah, mungkin saja telah ada pertolongan dari dana BOS atau apa, jadi guru-guru Kendar juga turut bantu, ” katanya.

Wantoro, guru sekalian wali kelas Kendar di SDN 1 Karang Bawang, menyebutkan Kendar adalah anak yang rajin serta sukai menolong orangtua. Walau terkadang seringkali terlambat serta tidak masuk sekolah, tapi dia senantiasa izin.

“Terlambat seringkali, karna mesti menjaga bapaknya, tapi dia anak yang rajin, ” ucapnya.

Wantoro menerangkan Kendar juga anak yang jujur. Kendar jujur bila kakinya senantiasa sakit hingga memohon izin supaya tidak gunakan sepatu atau sandal waktu pergi ke sekolah.

“Paling waktu berolahraga dia seringkali kurang percaya diri, mungkin saja karna fisiknya, ya. Untuk kedewasaan, dia lebih dewasa di banding beberapa rekannya. Dia juga anak yang berani serta sopan. Sempat dia izin ke saya bila kakinya sakit serta tidak ingin gunakan sepatu sama gunakan sandal. Saya katakan tidak apa-apa, yang perlu anda sekolah, ” tuturnya.

“Beruntung juga rekan-rekan Kendar baik serta perduli. Tingkat sosial beberapa rekannya juga tinggi. Rekan-temannya juga turut menolong, contoh Kendar tampak termenung, beberapa rekannya pada jajan, pada akhirnya itu beberapa rekannya pada kasih serta menghibur Kendar, ” sambungnya.

Mudah-mudahan cerita Kendar ini dapat memberi deskripsi pada kita kalau orangtua yaitu semuanya dalam kehidupan kita. Hadirnya orangtua sangat berikan ketenangan, cinta, dan kasih sayang sendiri yang bersemi di hati seluruh insan yang berakal. Mereka biarlah rasa sedih serta keletihan untuk senyuman buah hatinya. Mereka curahkan seluruh pengorbanan untuk kebahagiaan sang buah hati. Mereka yaitu kebahagiaan didunia serta akhirat. Mereka yaitu sekotak permata paling bernilai, sekeping emas termahal yang bisa mengantarkan kita ke surga-Nya.