Home / Psikologi / JANGAN Pernah Pinjamkan Uang Anda ke 3 Tipe Manusia Ini, INGAT! No 3 Pasti kamu tau orang nya

JANGAN Pernah Pinjamkan Uang Anda ke 3 Tipe Manusia Ini, INGAT! No 3 Pasti kamu tau orang nya

Ada satu pepatah yang menyebutkan, Janganlah meminjamkan uang pada orang yang lain, demikian anda pinjamkan, kekayaanmu juga akan hilang! Karna dengan psikis, meminjamkan uang orang yang lain, akan menyingkirkan kehormatan serta harga dirimu!

Kata – kata barusan begitu “menampar” untuk orang – orang yang ingin pinjam uang. Umumnya, orang yang meminjam atau dipinjam, juga akan mengakibatkan kerusakan hubungan persahabatan/persaudaraan/pertemanan.

3 Problem paling besar dalam satu hubungan, salah nya ialah tentang utang uang. Jadi orang yang meminjam uang, kita mesti ada hati begini : “Hargai Penyapu Jalan, Menghilangkan Kesombongan”

Dalam satu riset, nyaris 24, 2% jumlah uang yang dipinjam, umumnya lebih dari kekuatan dia untuk kembalikan! Mimin miliki sebagian narasi masalah di mana orang – orang begini mesti anda jauhi :

1. Orang yang Karna Hubungan Dekat Tidak Ingin Mengembalikan

Kadang-kadang saat anda meminjamkan uang, terang – terang anda yaitu peminjam, namun mesti anda yang kelihatannya “memelas – melas” minta kembalikan! Orang yang dipinjam jadi berdiri di “tangga yang tinggi” lihat anda rendah memohon – mohon uangnya dikembalikan.

JANGAN Sempat Pinjamkan Uang Anda ke 3 Type Manusia Ini, INGAT!

2 th. lantas, saya miliki seseorang rekan yang tengah diambang kesulitan, pada akhirnya dia datang pinjam 3 juta Rupiah. Saat itu, dia berjanji bila kelak telah gajian, dia juga akan kembalikan uangku.

Karna hubungan kita baik, dia seringkali membantuku, saya berfikir, okelah, saya pinjamkan dia supaya dia juga tidak stress.

Hingga saatnya yang dijanjikan untuk pengembalian, dia kelihatannya tak ada kemauan untuk kembaliin, dipending – menunda hingga saya tidak enak untuk minta uangnya, takut dia sakit hati.

Hingga satu waktu, saya tertipu serta perlu uang yang cukup besar untuk keberlangsungan hidupku, ingin tidak ingin, saya telepon dia serta menerangkan kondisiku saat ini, tapi apa yang saya bisa? Dia geram begini, ”Hubungan kita sampai kini, cuma seharga hutangku yang tidak seberapa ini? Benar – benar anda jadi orang mengapa kok pelitnya sesuai sama itu! ”

Saya kaget, geram! Terang – terang saya yang meminjamkan uang pada dia, mengapa dia tidak berterimakasih, jadi memakai hubungan rekanan kita berdua untuk hindari hutang!? Hutang tetaplah hutangm yang perlu dibayar!

Saat hutang berada di dalam perjalanan kehidupanmu, cuma ada hasil yang juga akan berlangsung, anda jadi orang yang jahat, atau anda yaitu type orang yang benar – benar dapat diakui!

Sebelumnya anda meminjamkan uang, yakinkan bila anda, telah siap dengan semua kemungkinan uang itu akan tidak DIKEMBALIKAN!

Pada akhirnya, uang saya cuma dikembali setengahnya (Dengan Sulit Payah!), serta mulai sejak itu, saya tidak sempat sekali lagi menghubunginya. Saya berasumsi, saya keluarkan beberapa uang, cuma untuk lihat “Topeng Asli” dari manusia ini!

2. Hanya Dapat Minjem tapi Tidak Merencanakan Untuk Mengembalikan

Ada satu type manusia, yang tidak ikhlas habisin uang sendiri tapi terasa ngabisin uang orang yang lain yaitu satu hal yang umum. Sempat ada satu narasi yang sempat didengar begini. Seseorang muda, anggap saja namanya Dude, bercakap dengan rekannya Andi tentang buka usaha baru.

Dude sesudah bercakap – bercakap, Dude berkata dia tambah baik pinjam sama rekan dari pada sama bank. Argumennya sederhana serta cuma orang yang miliki otak tidak ingin ngembaliin uang dapat berbicara begini,

“Aku tidak ingin pinjem ke bank, bila pinjam ke bank tentu ada bunganya serta bila hingga tidak dapat bayar hutang bagaimana? Hancur hidup saya! Nah bila sama rekan enak, tidak butuh bunga, jadi pinjam uangnya untuk buka usaha, uang satu hari – hari jadi tidak kesentuh serta mereka dapat nunggu kapanpun untuk dikembaliin bila usaha saya berhasil! ”

Orang – orang yang miliki otak begini, dia paham terang bila tidak ngembaliin uang yang dia pinjam juga tidak apa – apa karna orang yang meminjamkan ngerti keadaannya, walau sebenarnya belum juga pasti! Keadaan orang-orang kita saat ini juga mulai miris. Ada pula narasi begini :

1x seseorang siswi SMA pinjam seribu perak 10 kali ke rekannya yang populer tajir di kelas. Dia pinjam selalu hingga ada rekan yang beda penasaran mengapa dia pinjem selalu ajukan pertanyaan, ”Kok elu pinjem selalu saya saksikan tapi tidak sempat ngembaliin? ”

Jawabnya enjoy serta tidak terasa berdosa begini, ”Gak apalah, saya kan tidak setajir dia, untuk dia ini cuma uang recehan deh, tidak mungkinlah dia pelit segitunya sama uang kecil begini. ”

Terdengarnya logis karna dia tajir, namun sesungguhnya INI SALAH BESAR!

Siapa saja itu, ingin miskin ingin tajir, uang yang dia punyai, semuanya yaitu hasil dari usaha keras serta keringat seorang. Sekali hutang, pinjem uang, itu mesti DIKEMBALIKAN!

Jangan sampai berasumsi bila rekan kaya kita, tidak pikirkan masa depan mereka. Miliki pemikiran seperti berikut yang buat seorang jatuh miskin!

3. Pinjam Uang Orang Beda serta Melakukan Hidup yang Berkelimpahan

Sempat tidak anda ketemu dengan satu type manusia yang, pinjam uangmu, tapi hidupnya walau sebenarnya lebih berlimpah dibanding anda? Sempat ada satu artikel yang menceritakan begini :

Si A beli mobil, karna tidak cukup uang, pada akhirnya dia hampiri Si B untuk pinjam karna males pinjam di Bank, walau sebenarnya Si B barusan ngumpulin uang untuk bayar DP tempat tinggal hingga – hingga mereka mesti irit makan, pengeluaran bulanan, transport, dan lain-lain.

Sesudah sekian waktu lalu, uang yang dipinjam sama Si A tidak dikembalikan, bahkan juga tidak ada berita apa – apa!

Hingga B temukan Si A di MedSosnya, A hidup dengan elegan, ke pantai liburan, ke negara beda untuk pamer photo – photo dengan rekan – rekannya, ke club malam berdansa, bahkan juga hingga photo pre-wedding WOW banget!

B makin mikir makin kesal, uang jerih payahnya jadi dipakai A dengan semena – mena, makin dia fikir, makin dia tidak suka dengan si A!

B tidak dapat tahan sekali lagi, dia juga pergi memohon ke Si A, tetapi ya! Sesuai sama tebakan manteman, si A jadi pura – pura baru keingat serta mesti menanti uang saham dia turun dalam 1/2 th. ini baru kembalikan uangnya.

Memanglah 1/2 th. lalu uang B dikembalikan, namun nama baik si A sudah hancur serta mereka juga tidak sama-sama terkait sekali lagi.

Kadang-kadang, melakukan perbuatan baik pada orang yang lain, menghadirkan kerugian yang sangat begitu! Karenanya, sebagian pakar psikolog berkata, Bila Memanglah Tidak Siap Mempunyai Hati yang Besar Untuk Uangnya Tidak Kembali, Lebih Baik Tolaklah Keinginan Peminjaman Uang!

Meminjam uang rekanmu, itu sama juga dengan anda “Menutup” masa depannya! Meminjam uang juga bearti bunga anda dibayar di hubungan kalian berdua.

Anjuran untuk semuanya manteman, langkah paling baik untuk meminjamkan uang yaitu dengan “Memberi Uang”!

Bila rekanmu ingin pinjem uang sejumlah 1 juta, anda bisa kasih ½ dari pinjamannya (500 ribu) serta anda bisa berkata, ”Oke ini, tidak apa, diambil saja, kalkulasi – kalkulasi untuk barokah serta rejeki! ”

Dengan sesuai sama itu, anda bukan sekedar dihormati oleh dia, tetapi harga diri, kehormatanmu di mata mereka naik satu level “Diatas Mereka! ”

Sumber : cerpen. co. id